Pilihan Cara Backup Website Yang Mudah Untuk Dilakukan

Pilihan Backup cPanel

Pilihan Cara Backup Website Yang Mudah Untuk Dilakukan

Hal yang sangat-sangat penting untuk anda lakukan adalah membackup website. Tidak membackup website berarti bersiap-siaplah untuk mengalami stress yang mendalam karena seluruh pekerjaan yang sudah dikerjakan sejak berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan lamanya akan hancur berantakan belum lagi ditambah harus membuat ulang website yang sudah jadi. Manalagi kalau website tersebut sudah memiliki popularitas yang tinggi. Untuk menghindari itu semua maka kita kembali lagi kepada awal paragraph ini yakni lakukan hal yang sangat-sangat penting ini yakni membackup website.

Ada berbagai macam cara yang bisa anda pilih, terutama pengguna WordPress banyak sekali alternatif pilihan cara backup website yang mudah untuk anda lakukan. Cara ini kami tuliskan bukan untuk WordPress saja tapi juga semua CMS pun bisa menggunakan sejumlah cara dibawah ini (tidak semuanya). Maka kita mulai saja pembahasan kita tentang cara backup website yang mudah untuk di lakukan.

1. Backup Menggunakan Plugin [Khusus Pengguna WordPress Dengan Ukuran File <1GB]

Plugin yang kami rekomendasikan untuk anda bernama WP Clone

WPCLONE

WPCLONE

Selain untuk membackup plugin inipun bisa untuk merestore website WordPress. Cara penggunaan:

install wpclone

install wpclone

konfigurasi WP Clone

konfigurasi WP Clone

Proses backup selesai

Proses backup selesai

  1. Install plugin terlebih dahulu melalui Plugins -> Add new lalu ketikan WP Clone tunggu hingga muncul kemudian klik install now, tunggu hingga selesau dan klik acctivate
  2. Kunjungi halaman plugin WP Clone dengan cara klik WP Clone kemudian pilih/cek radio button Create Backup -> Klik tombol Create Backup
  3. Anda juga bisa melakukan sedikit pilihan setting dengan cara klik Advanced Setting sebelum melakukan backup. Didalam pilihan Advanced Setting terdapat sejumlah pilihan yang bisa anda manfaatkan seperti
    1. Alternate zip method: pilihan extension zip
    2. Use wpdb to backup the database: menggunakan wpdb untuk membackup database
    3. Ignore table prefix: ignore table prefix misalnya: wpbu_, wp_ dst
    4. Refresh MySQL connection during Restore: refresh MySQL selama melakukan restore
    5. Maximum memory limit: merubah limit memory (untuk menambahkan limit memory ini bisa dilakukan sepanjang web hosting anda memperbolehkan pemakaian php.ini)
    6. Script execution time: penambahan waktu eksekusi yang secara default dari plugin ini adalah 600 detik lebih dari itu maka koneksi anda ke server akan terputus dan inipun tergantung dari konfigurasi max time connection dari web hosting yang anda beli
    7. Backup database only: pilihan untuk membackup database saha
    8. Skip files larger than: skip/lewati/jangan backup file yang besarnya xx mb
    9. Excluded directories: skip/lewati/jangan backup directory/folder tertentu
  4. Setelah klik tombol Create Backup warna biru seperti gambar diatas maka anda akan mendapatkan data backup berupa link untuk mendownload file backup kedalam komputer anda
  5. Untuk mendownload klik Copy URL lalu paste didalam address bar browser untuk mendownload. File backup pun tersimpan di dalam folder /wp-content/uploads/wp-clone/

Untuk merestore cara backup ini ada dua macam yakni restore from url atau restore file backup yang ada didalam /wp-content/uploads/wp-clone/ seperti gambar dibawah ini:

restore

restore

Klik Restore backup untuk merestore file backup didalam hosting anda atau pilih Restore from URL dengan mengetikan lokasi file backup yang sudah anda upload dan tersimpan di server lain sebelumnya misalnya: http://topseo.me/backup/filebackup.zip

Didalam file backup berbentuk .zip tersebut berisi 2 file dan 1 folder yaitu:

  1. Folder wp-content
  2. File database .sql
  3. File informasi database prefix

2. Backup Melalui cPanel [Untuk Semua Tipe CMS Termasuk WordPress Yang Ukuran Filenya Besar]

Login ke cPanel dengan username dan password yang anda miliki. Ada dua pilihan disini yakni Backup dan Backup Wizard

Pilihan Backup cPanel

Pilihan Backup cPanel

Keduanya memiliki fungsi yang sama saja hanya jika anda memilih backup wizard anda akan dihadapkan pada pilihan-pilihan. Silahkan anda pilih file atau directory apa saja yang ingin dibackup kalau memilih backup wizard tapi saran dari kami anda pilih pilihan full backup saja untuk mendownload seluruh file yang terdapat didalam directory home dan seluruh directory termasuk juga data email akan terbackup. Tapi kalau hanya membackup file yang penting-penting saja (bukan general backup) anda bisa memilih Backup Wizard agar file yang di download tidak terlalu besar.

3. Auto Backup [Khusus Yang Memiliki Akses ke WHM Atau Disediakan Oleh Provider Web Hosting]

Bila anda memiliki akses ke WHM sebagai root atau sebagai master reseller atau sebagai user biasa tapi bisa melakukan auto backup maka anda bisa melakukan ini. Didalam WHM terdapat fungsi auto backup yang:

  1. Dijadwalkan
  2. Hanya backup user tertentu
  3. Bisa backup ke external server seperti: AWS Amazon, Google Drive hingga custom

Untuk melakukan backup ini diperlukan cara khusus yang akan saya bahas dilain kesempatan karena diperlukan video tutorial agar tidak terjadi troubleshooting. Baca juga 7 Kriteria Web Hosting Yang Bagus Untuk SEO

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.